Tuesday, September 23, 2014
no image

daftar diameter piston kawasaki
Berikut data diameter piston merk Kawasaki.
Piston 2 tak:
  1. KX 65 = 44.5 mm
  2. KX 85 = 48.5 mm
  3. Ninja 150 = 59 mm
Piston 4 tak:

  1. Kaze = 53 mm
  2. Blitz R = 53 mm
  3. Blitz Joy = 56 mm
  4. Edge = 53 mm
  5. ZX130 = 53 mm
  6. Athlete = 56 mm
  7. KSR 110 = 53mm
  8. KLX 150 = 58 mm
  9. KLX 250 = 72 mm
  10. D-Tracker 150 = 58 mm
  11. D-Tracker 250 = 72 mm
  12. D-Tracker X = 72 mm
  13. KX 250F = 77 mm
  14. Binter Merzy KZ200 = 66 mm
  15. Ninja 250 = 62 mm
  16. Z250 = 62 mm
  17. ZX-6R = 67 mm
  18. ER-6n = 83 mm
  19. Ninja 650 = 83 mm
  20. Versys = 83 mm


Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
 


Read more
no image

daftar diameter piston suzuki

Berikut data diameter piston merk Suzuki.
Piston 2 tak:
  1. FR 50 = 41 mm
  2. RC 80 = 47 mm
  3. FR 80 = 49 mm
  4. A100 = 50 mm
  5. RC 100 = 52.5 mm
  6. Tornado GS = 54 mm
  7. Crystal = 54 mm
  8. Satria R = 56 mm
  9. TS 125 = 56 mm
  10. RG150 = 59 mm
Piston 4 tak:

  1. Nex = 51 mm
  2. Let's = 51 mm
  3. Spin = 53.5 mm
  4. Skywave = 53.5 mm
  5. Skydrive = 53.5 mm
  6. Hayate = 53.5 mm
  7. Titan = 51 mm
  8. Smash = 53.5 mm
  9. Arashi = 53.5 mm
  10. Shogun 110 = 53.5 mm
  11. Shogun 125 = 53.5 mm
  12. Axelo = 53.5 mm
  13. Shooter = 51 mm
  14. Satria FU = 62 mm
  15. Inazuma = 53.5 mm
  16. Thunder 125 = 57 mm
  17. Thunder 250 = 72 mm


Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191







Read more
no image

Pada periode tertentu ada masanya bagi motor skutik akan mengejan saat berlari, alias tarikan terasa lambat walau sudah digas. Problem utamanya terletak pada kampas atau sepatu kopling yang sudah habis masa pakainya. Hal ini pun seperti dituturkan mekanik Yamaha yang berlokasi di Jalan Panjang, Jakarta Barat. Kalau tidak mau narik, persoalannya biasanya ada di kampas kopling yang sudah aus. Harus bongkar CVT, dan tinggal buka mangkuknya. Tapi awas, harus dengan alat minimal obeng karena kalau habis dipakai, bagian itu lumayan panas. Kampas itu sendiri bisa diganti tanpa mengharuskan kita membeli satu set kopling sentrifugal. Pembelian satu set memang disarankan agar kerja lebih maksimal, walaupun sebenarnya cukup dengan mengganti bagian itu.
Mengapa kampas kopling bisa aus? Dalam CVT, dengan susunan bak planet mengorbit matahari, gigi-gigi berputar-berhenti-menahan gerak satu sama lain agar mendapatkan tahap gigi satu, dua, tiga, dan mundur atau lebih simpel lagi. Ia menggunakan 'payung' pulley depan-belakang (drive pulley dan driven pulley) yang berputar dan akan menguncup satu sama lain, dan terhubung dengan belt. Saat 'low gear' atau saat baru berjalan, radius drive pulley kecil, sedangkan driven pulley besar. Sementara saat 'high gear' adalah kebalikannya, radius drive pulley jadi membesar, driven pulley jadi mengecil. Gerak pulley ini ditahan oleh kopling yang berpusat di sepatu atau kampas kopling tersebut. Semakin sering dipakai, atau bahkan diajak jalan jauh ataupun sering menanjak dan bawa beban berat, makin cepat habis pulalah kampas kopling tersebut.



Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
 
referensi : seputar sepeda motor
Read more
mengenal pulser

MENGENAL PULSER
Jenis Pulser: Positif dan Negatif - Sepeda motor keluaran pabrikan menganut sensor pick-up coil sebagai sinyal/sensor masukan untuk cdi yang digunakan untuk menentukan titik referensi pengapian. Pada sensor pick-up coil bekerja berdasarkan induksi medan magnet. Dimana apabila lilitan dengan magnet tetap dilalui oleh tonjolan besi maka jarak antara inti magnet dan besi akan menghasilkan besaran fluks tergantung gap antara kedua jarak tersebut yang diilustrasikan oleh gambar 1.
gap sempit antara pulser dan tonjolan magnet
gap lebar antara pulser ke magnet

Gambar 1 menunjukan jarak antara pulser dengan tonjolan sangat pendek dan gambar 2 menunjukan gap pulser dengan tonjolan lebih lebar. Seperti kita ketahui bahwa fluks magnet akan berubah bila ada perubahan jarak antara gap.
Artinya magnet yang bergerak dengan gap yang berubah-ubah akan menyebabkan perubahan fluks magnet pada pulser. Dengan adanya perubahan flus magnet pada pulser akan menyebabkan perubahan tegangan keluaran pada lilitan. Hasil tegangan keluran pada pulser tampak seperti gambar 3 atau gambar 4
sinyal pulser positif
sinyal pulser negatif
Pada gambar 3 tampak bahwa seiring putaran magnet pulsa siklus positive mendahului pulsa siklus negative. Sedangkan gambar 4 sebaliknya. Gambar 3 disebut juga pulser positives sedangkan gambar 4 disebut juga pulser negative. Perbedaan kedua konfigurasi dapat dibuat sedemikian dengan membalik terminal keluaran pulser relative terhadap refrensi 0 atau massa atau ground.
Kedua bentuk sinyal pulser dianut oleh berbagai model motor pabrikan. Bila kabel pulser memiliki 2 buah, akan mudah membalikan polaritas tegangan pulser. Sementara bila kabel dari pulser hanya satu sulit mengubah atau membalikan polaritas pulser.
Bila ingin mengganti CDI salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah polaritas pulser yang dianut model motr yang digunakan, apkah jenis pulser positif atau jenis pulser negatif.
Beberapa sepeda motor yang menganut model pulser negatif 2 kabel adalah 
  • Satria FU lama 
  • yamaha Byson.
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser negatif dan 1 kabel adalah
  • Satria FU model baru
  • Suzuki Smsh Titan
  • Suzuki Spin
  • Suzuki Skywave
  • Suzuki Skydrive
  • Honda CBR
Beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 2 kabel adalah, 
  • yamaha Mio
  • Yamaha jupiter Z
  • yamaha Jupiter MX
  • yamaha Scorpio
  • yamaha Vega
  • yamaha F1ZR
Sedangkan beberapa sepeda motor yang menganut pulser positif dengan 1 kabel adalah 
  • Honda blade
  • Honda beat
  • Honda karisma
  • Honda supra 125
  • Honda supra X
  • Honda CS1


Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
 


REFERENSI : SEPUTAR SEPEDA MOTOR
Read more
no image



TIPE RUANG BAKAR

http://www.otomotifnet.com/otoweb/images/image/2010/OtoTips/10_Oktober2010/oktober2010minggu3-tentangrem-upgradeperformabeat-03-Arseen.jpg



a.       HEMI SPIRAL ( KUBAH)
Tipe kubah ini mempunyai efisiensi panas yang baik,busi dipasang  pada tengah ruan bakar,sehingga diwaktu busi meloncatkan bunga api listri,campuran udara dan bahan bakar udara,terbakar dengan cepat  dan menyebar keseluruh ruang  bakar dengan terjadi proses pembakaran yang cepat,kemungkinan terjadi konsleting sangat kecil dan dengan pembakaran sempurna gas buangnya sedikit sekali mengandung kadar karbon.
Tipe ini tidak terdapat sudut mati,sehingga sirkulasi gas di kompresi gas balik dan klep berada di bagian atas  ruang bakar.


b.      MULTY SPERICAL
Yaitu menggunakan kombinasi dengan HEMI SPERCIAL,yaitu dengan menggeser tempat  atau besar klep isap dan buang,sehingga bisa membuat klep  lebih besar  dan terjadi kenaikan efisiensi isap dan buang menaikkan putaran dan memperbesar tenaga.
Keuntungannya adalah bisa membuat volume ruang bakar agak kecil dan perbandingan kompresi bisa di naikkan dan frekuensi gas di dalam ruang bakar bisa sempurna.


c.       HEMY SPERICAL YANG MEMPUNYAI SQUIS AREA
Pada tipe ini busi di tempatkan tepat pada puiast ruang bakar,dan campuran udara dan bensin di dorong ke pusat dari squis area untuk mempercepat terjadinya proses pembakaran.

            d.  RUANG BAKAR TIPE ATAP
                 Karena dilihat bentuk ruang bakarnya seperti atap rumah,tujuannya untuk mempertinggi
     kemampuan motor dengan menimbulkan kompresi tinggi.

Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191


Read more