Sunday, December 14, 2014
no image



TIPE RUANG BAKAR
a.       HEMI SPIRAL ( KUBAH)
Tipe kubah ini mempunyai efisiensi panas yang baik,busi dipasang  pada tengah ruan bakar,sehingga diwaktu busi meloncatkan bunga api listri,campuran udara dan bahan bakar udara,terbakar dengan cepat  dan menyebar keseluruh ruang  bakar dengan terjadi proses pembakaran yang cepat,kemungkinan terjadi konsleting sangat kecil dan dengan pembakaran sempurna gas buangnya sedikit sekali mengandung kadar karbon.
Tipe ini tidak terdapat sudut mati,sehingga sirkulasi gas di kompresi gas balik dan klep berada di bagian atas  ruang bakar.


b.      MULTY SPERICAL
Yaitu menggunakan kombinasi dengan HEMI SPERCIAL,yaitu dengan menggeser tempat  atau besar klep isap dan buang,sehingga bisa membuat klep  lebih besar  dan terjadi kenaikan efisiensi isap dan buang menaikkan putaran dan memperbesar tenaga.
Keuntungannya adalah bisa membuat volume ruang bakar agak kecil dan perbandingan kompresi bisa di naikkan dan frekuensi gas di dalam ruang bakar bisa sempurna.


c.       HEMY SPERICAL YANG MEMPUNYAI SQUIS AREA
Pada tipe ini busi di tempatkan tepat pada puiast ruang bakar,dan campuran udara dan bensin di dorong ke pusat dari squis area untuk mempercepat terjadinya proses pembakaran.

            d.  RUANG BAKAR TIPE ATAP
                 Karena dilihat bentuk ruang bakarnya seperti atap rumah,tujuannya untuk mempertinggi
     kemampuan motor dengan menimbulkan kompresi tinggi.



Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
Read more
no image



PRINSIP ROTASI  KERJA MOTOR 4 TAK

-          1 x langkah torak/piston = ½ putaran poros engkol / (180 derajat) puyaran poros engkol.
-          2 x langkah torak/piston (1 x keatas dan 1 x kebawah)= 1 putaran poros engkol atau 360 derajat putaran poros engkol.
-          1 siklus motor 4 tak adalah 4 x langkah torak = 2 putaran poros engkol = 720 putaran poros engkol.
-          Selama 1 siklus tiap-tiap klep terbuka 1 x.
-          Selama 1 siklus terjadi  1 x pembakaran dan 2 x percikan api busi,karena tonjolan pulser bertemu  pulser 2 x.
-          Selama 1 siklus terdapat 1 x langkah yang menghasilkan tenaga (usaha) dan 3 x langkah yang membutuhkan tenaga(buang,isap,kompresi)  



Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191

Read more
no image



PENGERTIAN TENTANG TAK
Tak dapat disebut juga dengan stroke/langkah/gerakan piston motor,artinya adalah,jarak langkah/gerakan zuiger/piston dalam silinder mulai dari yang paling atas{rata dengan silinder blok} sampai dengan gerakan paling bawah.batas gerakan piston yang paling atas disebut dengan TMA,dan batas gerakan piston yang paling bawah disebut dengan TMB,langkah yang sangat terbatas itu disebabbkan oleh adanya kruk as yang menggerakkan piston.pergerakan piston adalah dari TMA ke TMB dan atau sebaliknya.oleh sebab itu gerak piston disebut tak/stroke,yang putaran kruk asnya sebanyak 180 derajat(setengah putaran}.
Read more
no image



PENGERTIAN TENTANG CC (CUBIC CAPACITY)

CC atau Displacement adalah isi silinder yang mencakup piston saat berada pada TMA {titik mati atas} sampai ke TMB{titik mati bawah}.displacemen adalah luas potongan torak X langkah Torak kalau motor multi silinder atau bersilinder lebih dari satu maka luas potongan torak X langkah torak X jumlah silinder.
                 2
V = ^ x  D   x L      x N
              4000
               
V = Total displacement / cc/ isi silinder
^ = 3,14 ( 22/7 angka mutlak )
D = Diameter silinder
L = Langkah Torak
N = Jumlah Silinder

Contoh sepeda motor Jupiter dengan spesipikasi sebagai berikut
D = 51 mm
L = 54 mm
N = 1 silinder
                     2
V= 3,14 x 51  x 54   x 1
                4000
V= 3,14 x 2601 x 54    x 1
             4000
V= 8167,14 x 54    x 1
          4000
V= 441025,56   x 1
           4000
V= 110,25639 x 1

V= 110,25639

Jadi isi silinder Yamaha Jupiter Standar adalah 110, 25639 CC atau dibulatkan menjadi 110 cc. bagaimana jika sudah di oversize 50 atau 75 ? tinggal memasukkan kedalam rumus..
Atau jika Jupiter  sudah di Bore up menggunakan piston Kawasaki Kaze dengan diameter piston 53 mm coba hitung..!!

implikasi perbedaan kapasitas CC pada sepeda motor adalah,semakin besar CC maka semakin besar campuran bahan bakar dan udara yang terhisap ke ruang bakar dan semakin besar pula pemampatanya yang akhirnya besar pula tenaga yang dihasilkan.



Untuk mempelajari lebih lanjut, ayo kita gabung dan mengikuti PELATIHAN MEKANIK
Di Pusat Pelatihan Mekanik
KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
Read more