Friday, March 18, 2016
no image



CARA KERJA FUEL INJEKSI MOTOR

Semakin menguatnya isu mengenai peningkatan kualitas  lingkungan hidup, disertai dengan penetapan standar euro 3 (bahkan sampai 4 dan 5 untuk eropa) bagi kenadaraan bermotor, menjadikan sistem injeksi pilihan utama dalam proses pengabutan dan pensuplaian bbm. Selain lebih efisien daripada sistem karbu, sistem injeksi juga terkenal lebih rumit dan sulit difahami prinsip kerjanya. Sistem EFI (electronic fuel injection) diciptakan dengan tujuan utamanya adalah menghasilkan pembakaran yang tuntas/efisien, yang mana bensin (bbm) yang dikeluarkan sebanding dengan udara yang dihisap silinder. Pertanyaan yang paling mendasar terkait dengan penerapan sistem injeksi ini adalah :
“Bagaimana bisa injektor menyemprotkan bbm dengan takaran yang pas, sesuai dengan udara yang masuk?”
Nah, pada artikel inilah akan kita bicarakan bagaimana sistem EFI melakukannya, ….
Mari perhatikan gambar diagranm sistem EFI berikut ini

Pada gambar di atas menunjukkan sistem pengabutan fuel infection elektronik “sederhana”, yang mana melibatkan banyak komponen, diantaranya :
  1. Sensor2 yang ditempatkan pada throttle body (TB), yaitu  (a) IAP (intake air pressure sensor) yang berfungsi mengukur tekanan udara yang masuk, (b) IAT (intake air temperature sensor) yang berfungsi mengukur suhu udara yang masuk, (c) TPS (throttle position sensor) yang berfungsi mengukur derajat bukaan klep kupu2 pada TB
  2. Throttle body (TB) adalah pintu masuk nya udara dari luar menuju silinder. Pada saat udara mengalir melalui TB, kondisinya diukur oleh IAT dan IAP. Sedangkan besarnya volume yang mengalir ditentukan oleh besarnya sudut TPS.
  3. Bypass valve adalah klep/katup yang mengatur jumlah volume udara yang masuk saat kondisi idle/stasioner
  4. Fuel filter + fuel pump adalah pompa bensin yang bertugas menjaga tekanan bensin sesuai dengan yang ditentukan.
  5. ECU (engine control unit), suatu perangkat elektronik yang mampu menghitung/memperkirakan masa udara yang masuk, menentukan masa bensin yang harus dikeluarkan, menentukan waktu pengapian, memberikan sinyal indikator/kerusakan dll. Intinya ECU adalah perangkat elektronik cerdas yang mampu mengolah beberapa masukan untuk memberikan keluaran/aksi/action yang tepat dalam rangka meningkatka kualitas pembakaran.
  6.  Injector adalah perangkat yang mampu menyemburkan bensin dalam bentuk kabut, dengan volume yang terukur,  sesuai sinyal yang diberikan ECU
  7. Fuel Cut sensor (atau mungkin sama dengan bank angle sensor/lean angle sensor) yantu sebuah sensor yang berisi pendulum yang berfungsi untuk mematikan ECU saat motor terjatuh (diam pada sudut kemiringan tertentu, sekitar 60 derajat, minimal selama 5 detik).
  8. Discharge pump adalah bagian dari injector yang berfungsi mengendalikan tekanan dalam injector, dengan cara mengalirkan sebagian bbm bertekanan kembali ke tangki
  9. Ignition coil, berfungsi meningkatkan tegangan pengapian yang diberikan ECU, dari 400V menjadi 20 kV, yang akan digunakan untuk memantik nyala api busi.
  10. Engine temperature sensor (ETS), sensor yang berguna untuk mengetahui suhu engine yang sangat berguna dalam mendukung fungsi engine management, jika dingin maka  ECU akan meng”ON”kan cuk otomatis.
  11. Crankshaft position sensor, ini adalah sensor yang paling utama dan fital, yang memberikan informasi sudut putaran crankshaft/engine, yang menentukan semua periode kerja dari ECU
  12. Oksigen sensor, adalah sensor yang mendeteksi kandungan o2 yang tersisa dari gas buang yang mengiformasikan kualitas pembakaran ke ECU. Jika O2 lebih banyak dari std maka pembakaran berlangsung pada kondisi campuran miskin, ECU harus memerintahkan injektor untuk menyemprotkan bbm lebih banyak lagi, begitu pula sebaliknya.
  13. Catalys/catalitic converter (bukan bagian dari sistem FI) berguna untuk menetralkan gas beracun dalam gas buang sebelum keluar ke alam bebas
  14. Fuel tank, tangki besin, biasanya desainnya spesifik untuk sistem injeksi, karena di dalamnya terdapat pompa bensin.
Itulah elemen2 yang mendukung sitem EFI baik secara langsung mupun tidak langsung. Sekarang mari kita bahas prinsip kerjanya:
1. Saat baru dinyalakan, biasanya mesin dalam kondisi dingin dan kondisi ini diketahui oleh ECU berdasarkan informasi dari Engine temperature sensor (ETS). ECU akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin lebih banyak, mirip dengan penggunaan choke saat menstarter engine di pagi hari. Putaran mesin meninggi dan semakin menurun seiring dengan kenaikan suhunya. ECU juga mengatur bukaan bypass valve untuk mengatur supplay udara pada saat pemanasan mesin dalam kondisi stasioner. Kira seperti ini sensor suhu mesin ETS

Posisinya biasanya di silider atau di head di jalur cairan pendingin (water cooled), dan tegangan (V) yang diinformasikan ke ECU

Atau bisa berujuk tabel berikut

Jadi ECU akan menerjemahkan tegangan tersebut sebagai besaran suhu, kemudian data suhu ini digunkan untuk mengeksekusi putasan bagi injektor dan bypass valve (ISC). Posisi bypass valve (ISC /idle switch control) seperti tampak pada gambar ini.

2. Pada saat normal, handle gas akan mentransfer gerakan tangan lewat kabel throttle (kabel gas), menjadi bukaan kupu2 (throttle valve). Bukaan ini disensor oleh TPS dan memberikan informasi mengenai derajat bukaan klep kupu2 kepada ECU. Bentuk TPS dapat diliihat dalam gambar berikut, bentuk dalamnya

sedangkan bentuk luarnya seperti ini

Dan posisinya terletak di TB dengan poros yang terkoneksi dengan klep kupu2

Dan sensor TPS ini akan mengirimkan sinyal ke ECU berupa tegangan seperti gambar berikut

Dan oleh ECU tegangan yang dikirimkan TPS ini akan diartikan sebagai banyaknya volume udara yang masuk, karena volume udara yang masuk ditentukan oleh luasnya area yang terbuka dikalikan dengan kecepatan aliran udara yang melalui TB. Pada salah satu gambar di atas telah terdapat penampakan dari TB, akan tetapi akan lebih jelas jika melihat gambar berikut.

Setelah informasi banyaknya volume udara yang masuk diketahui, maka ECU akan menghitung seberapa besar bensin yang akan disemprotkan. Setelah dihitung dengan teliti dengan menggunakan faktor koreksi dari masukan sensor2 yang lain seperti IAT dan IAP (nanti akan dijelaskan dalam artikel yang berbeda), maka ECU akan mengirimkan sinyal ke injector untuk menyemprotkan bensin dalam ukuran tertentu yang sesuai dengan volume udara yang masuk agar diperoleh komposisi stoichiometric (AFR=14.7). Bentuk sinyalnya secara umum tampak pada gambar berikut.

Jadi banyaknya bensin yang akan disemprotkan oleh injektor tergantung dari durasi sinyal mulai dari “ECU switches on ” sampai  “ECU switches off”, atau sepanjang panah waran merah dalam satuan mili detik (1/1000 detik). Sedangkan bentuk dari injektor secara umum adalah sebagai berikut.

Tegangan yang berasal dari ECU akan diumpankan ke bagian koil selenoid (selenoid coil no.9) yang bersama-sama dengan core spring (pegas pengembali no.4) menghasilkan gerakan core (poros) naik dan turun. Jika naik maka lubang di director (pengarah akan terbuka dan sebaliknya. Durasi bukaan ini dan tekanan bensin yang berasal dari fuel pump, akan menentukan banyaknya bensin yang disemprotkan.
Kemudian perhatikan grafik tadi (durasi injektor), di gambar tsb diinformasikan bahwa injektor bekerja setelah klep-in terbuka. Yang menjadi pertanyaan, ” Bagaimana ECU tahu kapan klep in terbuka



KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
 
Read more
Thursday, March 17, 2016
no image

SEJARAH KURSUS MEKANIK NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
Nuansa motor adalah suatu usaha yang bergerak dalam bidang  otomotif yaitu perbengkelan, perdagangan dan Pelatihan Mekanik. usaha ini sendiri berdiri pada tanggal 9 september 1999 di salah satu kota kecamatan di kerinci Provinsi Jambi  tepatnya di KAYU ARO, daerah pegunungan dan daerah perkebunan teh yang dingin dan tanah yang subur.
pada awalnya usaha ini hanya berupa bengkel service motor yang melayani warga sekitar kecamatan kayu aro Kabupaten Kerinci,
pada tahun 2002 usaha ini hijrah  ke kota Muara Bungo, kota yang terkenal dengan perkebunan karet dan sawit dan penghasil batu bara. Dari kota ini nuansa motor membentuk team balap yang berlaga di kejuaraan daerah maupun nasional dan menghantarkan pembalap lokal bungo dapat meraih medali di pekan olah raga provinsi maupun pada kejuaraan nasional.
dalam perkembangan usaha pada tanggal 9 September 2009 NUANSA MOTOR membuka PELATIHAN MEKANIKyang di beri nama NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL yang di landasi pemikiran yang ;
1. banyaknya angkatan kerja yang belum siap kerja sehingga terjadi pengangguran
2. tamatan sekolah formal tidak benar benar siap untuk bekerja maupun buka usaha sendiri
3.Pengetahuan tentang bagaimana membangun usaha masih sangat kecil sehingga yang terjadi adalah takut gagal jika buka usaha
4. keinginan yang kuat untuk membantu dan berbagi terhadap sesama bekerja sama dan saling bantu membantu dalam mengembangkan usaha bengkel motor
5. sebagai alternatip bagi siapa saja yang tidak bisa melanjutkan sekolah dan tetap ingin belajar.
6. sarana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan seperti di sekolah formal.
7. untuk mengalihkan tingginya minat tamatan sekolah untuk bekerja sebagai pegawai negeri, bahwa dengan usaha bengkel motor sendiri dapat memiliki penghasilan yang memadai.

atas dasar pemikiran itulah NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL  ( N E S ) dapat berdiri dan berkembang dan merupakan  kursus mekanik di sumatera yang menjadi paforit bagi kalangan pehobi otomotif terutama roda 2. yang ingin  membuka usaha bengkel motor sendiri.

Untuk mempertahankan agar belajar di  NES tetap menyenangkan maka metode belajar dengan cara IPLS ( Instant Power Learning System) dan telah mengalami beberapa fase penyempurnaan agar siswa yang belajar dapat menikmati belajar yang cepat , mudah dan menyenangkan.

Lama Belajar adalah sampai bisa dan siap buka bengkel sendiri  atau siap kerja, akan tetapi rata rata siswa dapat menamatkan dalam waktu singkat yaitu 3 (tiga) Bulan, Setiap siswa yang belajar mekanik dapat jaminan belajar sampai bisa yang berarti jika dalam satu periode yang singkatnya 3 bulan siswa dapat melanjutkan belajar sampai bisa tanpa harus mengeluarkan biaya belajar lagi.

Agar dapat menjangkau seluruh kalangan maka siswa yang belajar di NES boleh dari tamatan apa saja tanpa membeda bedakan dfari jurusan apa, karena pada dasarnya keterampilan itu mudah di bentuk untuk semua orang.
saat ini NUANSA MOTOR sudah punya gedung sendiri di jln. teuku umar no 9, muara bungo Jambi.

semoga bermanfaat..



KURSUS MEKANIK
NUANSA MOTOR ENGINEERING SCHOOL
MUARA BUNGO – JAMBI
Telp. 0747 321715 – Hp. 0852 6601 0191

Untuk modifikasi / korek mesin balap dapat langsung ke
BENGKEL
 NUANSA MOTOR
MUARA BUNGO – JAMBI
HP. 085266010191
 




Read more
Thursday, March 10, 2016
no image

JADWAL BALAP MOTOR PROVINSI JAMBI 2016

Untuk informasi bagi pecinta balap motor di provinsi jambi, berikut jadwal balap motor provinsi jambi 2016


NO
TANGGAL
TEMPAT
JENIS IVENT
KETERANGAN
1
20 MARET 2016
BATANGHARI
CLUB

2
3 APRIL 2016
MUARA BUNGO
CLUB

3
17 APRIL 2016
TEBO
KEJURNAS

4
8 MEI 2016
MUARA BUNGO
KEJURDA 1

5
29 MEI 2016
JAMBI
KEJURDA 2

6
7 JULI 2015
RIMBO BUJANG
KEJURDA 3

7
14 AGUSTUS 2016
SAROLANGUN
CLUB

8
11 SEPTEMBER 2016
MERANGIN
KEJURDA 4

9
25 SEPTEMBER 2016
TEBO
FINAL KEJURDA

10
20 NOVEMBER 2016
MUARA BUNGO
CLUB

11
24 DESEMBER 2016
MUARA BUNGO
CLUB

12



 
Read more
no image

JADWAL BALAP MOTOR 2016

kegiatan semakin padat, semua team balap telah mempersiapkan segala sesuatu untuk berlaga di masing masing iven yang di pilih. Bagi team balap yang di suport pabrikan tentunya soal dana tidak perlu berpikir keras tapi bagaimana dengan team privater yang harus putar otak mempersiapkan dana demi kelangsungan team balapnya, contohnya team balapPrivater asal Muara bungo Jambi,  NUANSA MOTOR yang Insya Allah di  tahun 2016 ini akan mempersiapkan diri mengikuti kejurnas balap motor region 1 ( Sumatera ) dengan dana sendiri, tentunya harus putar otak untuk dapat ber laga.



Berikut Jadwal Kejurnas Balap Motor 2016:
Motoprix
Region Satu:
Seri 1 (Sumbar): 27 Maret 2016
Seri 2 (Bengkulu): 10 April 2016
Seri 3 (Jambi): 17 April 2016
Seri 4 (Kepri): 24 April 2016
Seri 5 (Riau): 8 Mei 2016
Seri 6 (Sumut): 15 Mei 2016
Seri 7 (Aceh): 22 Mei 2016
Region Dua:
Seri 1 (Jatim): 17 April 2016
Seri 2 (Banten): 22 Mei 2016
Seri 3 (Jogja): 17 Juli 2016
Seri 4 (Jakarta): 25 September 2016
Seri 5 (Jabar): 16 Oktober 2016
Seri 6 (Jateng): 23 Oktober 2016
Region Tiga:
Seri 1 (NTB): 10 April 2016
Seri 2 (Bali): 5 Juni 2016
Seri 3 (NTB): 17 Juli 2016
Seri 4 (Bali): 21 Agustus 2016
Region Empat:
Seri 1 (Kaltim 1) : 13 Maret 2016
Seri 2 (Kalbar): 1 Mei 2016
Seri 3 (Kalteng): 17 Juli 2016
Seri 4 (Kaltara): 7 Agustus 2016
Seri 5 (Kalsel): 28 Agustus 2016
Region Lima:
Seri 1 (Sulsel): 3 April 2016
Seri 2 (Sultra): 10 April 2016
Seri 3 (Sulut): 8 Mei 2016
Seri 4 (Gorontalo): 15 Mei 2016
Seri 5 (Sulteng): 22 Mei 2016
Seri 6 (Sulbar): 17 Juli 2016
Seri 7 (Sulsel): 24 Juli 2016
Region Enam:
Seri 1 (Pabar): 13 Maret 2016
Seri 2 (Malut): 20 Maret 2016
Seri 3 (Papua): 29 Mei 2016
Seri 4 (Maluku): 31 Juli 2016
Final Motoprix (Sidrap): 20 November 2016
IRS
Seri 1: 27 Maret 2016
Seri 2: 8 Mei 2016
Seri 3: 14 Agustus 2016
Seri 4: 9 Oktober 2016
Seri 5: 6 November 2016
Sidrap Prix Night Race 2016
Seri 1    3 April
Seri 2    1 Mei
Seri 3     12 Juni
Seri 4    24 Juli
Seri 5    21 Agustus

semoga bermanfaat untuk para pecinta 
Read more